Translate

Senin, 08 Januari 2018

teman berpayung gusar

Akulah dingin diantara hangatnya kedalaman
Menopang kasihmu yang mencabik gelombangku

terpa'an angin membawaku memelukmu
Engkau kasih dalam bibir berpagut rindu
Pasirmu kuayunkan bak menimang anak
mencumbumu tiap waktu, mustahil menjadi anak

Engkaulah sahabat kasihku
Engkaulah bibir pantai itu
Diantara kita yg saling bertemu
Aku menyimpan luka dari sang karang

Akulah penantian juga kebosananmu
Aku perkasa dalam gerak ambisiku
hadirku memberi gairah panoramamu
Namun engkau tak mengerti lelahku

akulah ombak itu
kau cibir bila kecil, kau caci bila terlalu besar
datangku menyegarkan
berteman denganku, hanya ada rasa gusar






Rembulan dan Kamu


Kalo bulan bisa ngomong, pasti dia tak akan bohong (lagu)
Andaikan malam yg sepi dapat bicara, mungkin aku tak kan kesepian (lagu)

bulan nada suaramu memang diam
tiada argumentasimu, kau bisu
Namun...
Penyairlah lah yg menyuarakanmu
penyairlah yg mengindahkan filosofimu

bulan pesonamu hanya pantulan
Kau semestinya gelap dan buruk
Namun...
Kau dapat mencuri hati insan pertiwi
Kau pemberi harapan sang petualang malam

Kini kita diantara gelap malam memadu pandang
Namun kau kosong,  kau membosankan.!
namun malam ini terang olehmu,  meski itu cahaya pinjaman
Ouh..  Lelah mengartikanmu, menilaimu

Namun dari insan yg selalu mengamatimu
diantara perpaduan malam dan siraman sinarmu
Kau adalah sesuatu yg indah

terlihat nampak olehku dekat
Namun tak bisa aku mengunduhmu
Mereka yg diam memperhatikanmu
akan mengerti kebisuanmu

bila saja cahayamu membias sampai tepat diwajah wanita itu,
Maka jelas lah dia menjadi
pencuri sesuatu yg indah


Selasa, 02 Januari 2018

bukit yang kemilau

Bencimu terhadapku seolah seorang prajurit yang maju ditengah tengahnya medan pertempuran dengan penuh ambisi kau membabi buta.!
Dikala suatu bukit yang menjulang dengan kokohnya, diatas sana angin berhembus kencang.
dan disitulah lembah rela tertabur debu dan bebatuan.

Dari situlah aku belajar menaruh perhatian
dengan seksama nampak ada candu dalam setiap hembusan nafasku.
Dengan meminta kepada yg MAHA Lembut, untuk bisa dapatku menyatu denganmu...
itu hanyalah rentetan yg mendengung diantara sepi dilorong_lorong waktu kala itu...


Ouh... Derita...
Memang mudah menginjak-injak lembah
sambil berlarian diujung gembira

Ouh... Kemilau...
yang kokoh tetaplah tebing menjulang
Mencintaimu harus sepenuh hati dan hati-hati

Ouh... Waktu...
Seteguk saja berbahagia denganmu
selebihnya dirusak cemburu




Kamis, 28 Desember 2017

Kejamnya Ingatan

Duduk berdiri berjalan
Berputar_putar... kembali ia duduk lagi
Sambil mengepalkan tangan mencoba menghantam...
Mencoba menyingkirkan... Sebaris ingatan...


Bagai muka kebakaran, mata merah memancar...
Sambil meremas_remas rambut kepala ia merasa dihantam gelombang...
Terkikis ketakutan...
Tercekik penyesalan...

"Kejamnya ingatan terus menghantam mencoba menjatuhkan dengan bayang_bayang..."

"Kejamnya ingatan dihantam gelombang , dicoba disingkirkan tapi tak hilang_hilang..."

"Kejamnya ingatan mengikis ketakutan menyekik penyesalan membungkam kenyata'an..."

"Kejamnya ingatan slalu terbayang penyesalan berasa kepahitan, susah untuk hilang kian menggunung menyurutkan perjalanan..."

Selasa, 26 Desember 2017

bab kehidupan

Urip iki numpak opo.???
Sa' jamak lumrahe, numpak ki Yo sing iso ditumpak'i biso mlaku lan kasat moto.
Koyoto: numpak becak,sepur,sepeda lan sapanunggale.

Lha nanging yen ora karep opo biso numpak.???
Ambok'o dipekso,lan mung anane gur iku mau, ora bakal numpak yen ora karep.!
Dadi urip iku numpak karep,ojo angger karep, ning kudu "karep".!


***Hidup memang naik nafsu, dan kita harus kendalikan nafsu itu.


Pancaindra

Suatu karunia Tuhan yang tak ternilai harganya meski Jamsostek siap memberikan ganti rugi bila ada gangguan dan kerusakan pada pancaindra pada sa'at kerja.


Bila mata dan telinga melihat dan mendengar,
Maka pikiran dan hati akan menggerakkan sikap dan merasakan.
Dari situ menghasilkan ungkapan_ungkapan tabir kehidupan.
darinya satu pertanyaan bisa menghasilkan beragam jawaban.

maka jagalah pancaindramu, sebagaimana kamu menjaga pikiran dan hatimu.




**memaknai kehidupan bisa sendirinya menghantarkan dalam lingkup "sukses" (dalam arti yang sangat luaaasss)


sepi itu menghanyutkan

Sepi ketika melanda diri kita, apa yg kita rasakan.?
Entah mengapa ada sepi yg menyelinap pada diri kita, yg membuat dapat terhanyut dalam hal yg negatif ataupun hal positif...

Berusahalah untuk cepat hilangkan sepi itu dengan hal_hal positif sebelum terbujuk dalam hal negatif...


**Adanya Keterbatasan berarti ada yg tidak terbatas...!
Mengapa tidak terbatas.? _karena adanya Keterbatasan_

Dan semua makhluk ada keterbatasan untuk segala sesuatunya.👌