Dikala suatu bukit yang menjulang dengan kokohnya, diatas sana angin berhembus kencang.
dan disitulah lembah rela tertabur debu dan bebatuan.
Dari situlah aku belajar menaruh perhatian
dengan seksama nampak ada candu dalam setiap hembusan nafasku.
Dengan meminta kepada yg MAHA Lembut, untuk bisa dapatku menyatu denganmu...
itu hanyalah rentetan yg mendengung diantara sepi dilorong_lorong waktu kala itu...
Ouh... Derita...
Memang mudah menginjak-injak lembah
sambil berlarian diujung gembira
Ouh... Kemilau...
yang kokoh tetaplah tebing menjulang
Mencintaimu harus sepenuh hati dan hati-hati
Ouh... Waktu...
Seteguk saja berbahagia denganmu
selebihnya dirusak cemburu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar