Air Boiler
pH
Minimum pH boiler 8.5
Maintain pada 9.5 – 11 untuk mencegah korosi
Monitor setiap hari dengan pH meter (perlu koreksi temperature)
Alkalinity
Maintain minimum 300 ppm Total Alkalinity untuk mencegah korosi
Maintain maksimum Total Alkalinity untuk mencegah caustic embrittlement
Monitor setiap hari
Hydroxide (OH) Alkalinity dibutuhkan untuk phosphate program dan mencegah endapan silica
Jika OH alkalinity rendah, tambahkan caustic soda (NaOH)
Hydroxide (OH) Alkalinity dibutuhkan untuk phosphate program dan mencegah endapan silica
Jika OH Alkalinity rendah, tambahkan caustic soda (NaOH)
Silica
Maintain sesuai limit control untuk mencegah endapan silica
1 ppm silica butuh 3 ppm OH Alkalinity
Chloride
Cendrung tidak mengendap
Paling tepat untuk perhitungan cycle
Jika cycle melebihi max cycle, perlu blowdown
Monitor setiap hari
TDS
Diukur lewat conductivity, atau dengan menimbang solid yang tersisa setelah air menguap
Monitor untuk mencegah kerak, carry over, kebutuhan blowdown
Jika melampaui limit, perlu meningkatkan continuous blowdown
Perlu dimonitor setiap hari
Suspended Solids
Diukur dengan menimbang kotoran yang tersisa setelah air difilter, atau lewat turbidity dan visual
Menunjukan kebutuhan blowdown
Control limit maximum 10% dari TDS
Suspended Solids (SS)
Jika hanya SS melampaui limit, perlu meningkatkan manual blowdown, dan menurunkan continuous blow down
Jika SS dan TDS melampaui limit, perlu meningkatkan manual dan continuous blowdown
Condensate
Conductivity
Conductivity condensate (kondensat) harus mendekati nol
Jika tinggi, menunjukan kontaminasi dari kebocoran atau carry over
Analisa air condensate bisa menentukan kebocoran dari mana
Jika carry over, condensate akan mengandung semua unsur kimia dari boiler water
pH
pH condensate harus >8, jika menggunakan neutralizing amine
Jika pH<7, tambahkan neutralizing amine
Jika menggunakan filming amine, pH bisa <7
Fe
Kandungan Fe dalam condensate (kondensat) harus di bawah 0.2 ppm
>0.2 ppm menunjukan korosi, tambahkan corrosion inhibitor chemicals
Kecendrungan terbentuk endapan Fe
Monitor condensate water seminggu sekali
Residual Chemical
Supaya bekerja residual chemical harus dimaintain sesuai rekomendasi setiap saat
Jika rendah, tambahkan chemical
Residual chemical perlu diperiksa setiap hari
Sulfite/ Hydrazine
Monitor setiap hari
Maintain minimum sulfite 20 ppm
Maintain hydrazine pada 0.1 – 0.3 ppm
Phosphate
Untuk mengendapkan hardness scale sebagai phosphate
Kebutuhan phosphate mengikuti jumlah water hardness (sesuai brosur)
Jaga residual pada 30-50 ppm (sebagai ortho phosphate)
FUNGSI PENGGUNAAN CHEMICAL BOILER
1. SULFIT ( Catalyzed Sodium Sulfit )
Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 169 (Catalyzed Oxygen Scavenger)
Fungsi :
Ø Untuk menghilangkan oksigen terlarut dari air umpan Boiler.
Reaksi :
Na2SO3 + O2 ------> 2 NaSO4
Sodium Sulfit + Oksigen --------> Sodium Sulfat
Dengan menghilangkan oksigen terlarut dalam air umpan Boiler akan mengurangi kemungkinan terjadinya korosi di dalam Boiler.
Kekurangan Dosis Sulfit :
· Menyebabkan korosi dalam system Boiler.
Kelebihan Dosis Sulfit :
· Menyebabkan kehilangan energy karena blowdown boiler harus lebih banyak untuk menurunkan kandungan padatan terlarut dalam air boiler.
· Menaikan biaya treatment program.
2. PHOSPHATE & POLIMER DISPERSANT
( Campuran polyphosphate, organic polymer, dispersant & anti foam )
Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 168 (High Performance Scale & Deposit Inhibitor Agent)
Fungsi :
Ø Mengikat & mendispersikan hardness (Ca/Mg) atau ion logam lain (Fe) agar tidak menempel pada dinding pipa Boiler.
Ø Mengurangi busa pada air Boiler.
Reaksi :
Ca2+ + PO43- -----> Ca3(PO4)2
Calsium + Phospat -------> Calsium Phospat
Kekurangan Dosis Phosphate :
· Menyebabkan pembentukan kerak pada dinding pipa Boiler.
Kelebihan Dosis Phosphate :
· Menyebabkan kehilangan energy karena blowdown boiler harus lebih banyak dan menurunkan kandungan padatan terlarut dalam air boiler.
3. ALKALINITY BOOSTER
( Campuran produk alkali / soda api, stabilizer & anti foam )
Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 216 (Multifunction Alkalinity Booster)
Fungsi :
Ø Menaikan & menjaga pH air Boiler pada batas 10,5 – 11,5
Ø Membantu proses pengendapan Hardness (Ca / Mg) yang akan didispersikan oleh polymer.
Ø Membantu proses pengikatan silica (SiO2) dalam air Boiler menjadi Serpentin (3MgO.2SiO2.2H2O) dan akan keluar melalui blowdown.
Kekurangan Dosis Alkali Booster (NaOH)
· Menyebabkan korosi & pembentukan kerak pada boiler.
Kelebihan Dosis Alkali Booster (NaOH)
· Menyebabkan blowdown berlebih.
· Menyebabkan Caustic Corosion, jika pH air boiler terlalu tinggi & terjadi penumpukan Caustic pada bagian tertentu pada pipa boiler.
4. POLYMER DISPERSANT
( Formulasi Chelant dari polymer organic sintetis & anti foam dalam bentuk cair )
Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 209 (All Organic Sludge Dispersant And Threshold Conditioner)
Fungsi :
Ø Memberikan proteksi terhadap pembentukan kerak / deposit.
Ø Mengurangi terjadinya busa.
Polymer mendispersikan partikel-partikel seperti Ca, Mg, Fe, SiO3 & dikeluarkan bersama blowdown.
Kekurangan Dosis Polymer Dispersant :
· Menyebabkan pembentukan kerak.
Kelebihan Dosis Polymer Dispersant :
· Menaikkan biaya & Treatment Program






















