Translate

Kamis, 25 Agustus 2022

AIR BOILER

 Air Boiler







pH

Minimum pH boiler 8.5

Maintain pada 9.5 – 11 untuk mencegah korosi

Monitor setiap hari dengan pH meter (perlu koreksi temperature)


Alkalinity

Maintain minimum 300 ppm Total Alkalinity untuk mencegah korosi

Maintain maksimum Total Alkalinity untuk mencegah caustic embrittlement

Monitor setiap hari

Hydroxide (OH) Alkalinity dibutuhkan untuk phosphate program dan mencegah endapan silica

Jika OH alkalinity rendah, tambahkan caustic soda (NaOH)

Hydroxide (OH) Alkalinity dibutuhkan untuk phosphate program dan mencegah endapan silica

Jika OH Alkalinity rendah, tambahkan caustic soda (NaOH)


Silica

Maintain sesuai limit control untuk mencegah endapan silica

1 ppm silica butuh 3 ppm OH Alkalinity


Chloride

Cendrung tidak mengendap

Paling tepat untuk perhitungan cycle

Jika cycle melebihi max cycle, perlu blowdown

Monitor setiap hari


            TDS

Diukur lewat conductivity, atau dengan menimbang solid yang tersisa setelah air menguap

Monitor untuk mencegah kerak, carry over, kebutuhan blowdown

Jika melampaui limit, perlu meningkatkan continuous blowdown

Perlu dimonitor setiap hari


Suspended Solids

Diukur dengan menimbang kotoran yang tersisa setelah air difilter, atau lewat turbidity dan visual

Menunjukan kebutuhan blowdown

Control limit maximum 10% dari TDS


Suspended Solids (SS)

Jika hanya SS melampaui limit, perlu meningkatkan manual blowdown, dan menurunkan continuous blow down

Jika SS dan TDS melampaui limit, perlu meningkatkan manual dan continuous blowdown

   

            Condensate

Conductivity

Conductivity condensate (kondensat) harus mendekati nol

Jika tinggi, menunjukan kontaminasi dari kebocoran atau carry over

Analisa air condensate bisa menentukan kebocoran dari mana

Jika carry over, condensate akan mengandung semua unsur kimia dari boiler water


pH

pH condensate harus >8, jika menggunakan neutralizing amine

Jika pH<7, tambahkan neutralizing amine

Jika menggunakan filming amine, pH bisa <7


Fe

Kandungan Fe dalam condensate (kondensat) harus di bawah 0.2 ppm

>0.2 ppm menunjukan korosi, tambahkan corrosion inhibitor chemicals

Kecendrungan terbentuk endapan Fe

Monitor condensate water seminggu sekali


Residual Chemical

Supaya bekerja residual chemical harus dimaintain sesuai rekomendasi setiap saat

Jika rendah, tambahkan chemical

Residual chemical perlu diperiksa setiap hari


Sulfite/ Hydrazine

Monitor setiap hari

Maintain minimum sulfite 20 ppm

Maintain hydrazine pada 0.1 – 0.3 ppm


Phosphate

Untuk mengendapkan hardness scale sebagai phosphate

Kebutuhan phosphate mengikuti jumlah water hardness (sesuai brosur)

Jaga residual pada 30-50 ppm (sebagai ortho phosphate)



FUNGSI PENGGUNAAN CHEMICAL BOILER

1. SULFIT ( Catalyzed Sodium Sulfit )

Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 169 (Catalyzed Oxygen Scavenger)

Fungsi :

Ø Untuk menghilangkan oksigen terlarut dari air umpan Boiler.

Reaksi :


Na2SO3 + O2 ------> 2 NaSO4



Sodium Sulfit + Oksigen --------> Sodium Sulfat


Dengan menghilangkan oksigen terlarut dalam air umpan Boiler akan mengurangi kemungkinan terjadinya korosi di dalam Boiler.


Kekurangan Dosis Sulfit :


· Menyebabkan korosi dalam system Boiler.


Kelebihan Dosis Sulfit :


· Menyebabkan kehilangan energy karena blowdown boiler harus lebih banyak untuk menurunkan kandungan padatan terlarut dalam air boiler.


· Menaikan biaya treatment program.



2. PHOSPHATE & POLIMER DISPERSANT


( Campuran polyphosphate, organic polymer, dispersant & anti foam )


Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 168 (High Performance Scale & Deposit Inhibitor Agent)


Fungsi :


Ø Mengikat & mendispersikan hardness (Ca/Mg) atau ion logam lain (Fe) agar tidak menempel pada dinding pipa Boiler.


Ø Mengurangi busa pada air Boiler.


Reaksi :


Ca2+ + PO43- -----> Ca3(PO4)2


Calsium + Phospat -------> Calsium Phospat


Kekurangan Dosis Phosphate :


· Menyebabkan pembentukan kerak pada dinding pipa Boiler.


Kelebihan Dosis Phosphate :


· Menyebabkan kehilangan energy karena blowdown boiler harus lebih banyak dan menurunkan kandungan padatan terlarut dalam air boiler.



3. ALKALINITY BOOSTER


( Campuran produk alkali / soda api, stabilizer & anti foam )


Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 216 (Multifunction Alkalinity Booster)


Fungsi :


Ø Menaikan & menjaga pH air Boiler pada batas 10,5 – 11,5


Ø Membantu proses pengendapan Hardness (Ca / Mg) yang akan didispersikan oleh polymer.


Ø Membantu proses pengikatan silica (SiO2) dalam air Boiler menjadi Serpentin (3MgO.2SiO2.2H2O) dan akan keluar melalui blowdown.


Kekurangan Dosis Alkali Booster (NaOH)


· Menyebabkan korosi & pembentukan kerak pada boiler.


Kelebihan Dosis Alkali Booster (NaOH)


· Menyebabkan blowdown berlebih.


· Menyebabkan Caustic Corosion, jika pH air boiler terlalu tinggi & terjadi penumpukan Caustic pada bagian tertentu pada pipa boiler.



4. POLYMER DISPERSANT


( Formulasi Chelant dari polymer organic sintetis & anti foam dalam bentuk cair )


Merk Dagang yang digunakan di PT. SMA adalah Chemico 209 (All Organic Sludge Dispersant And Threshold Conditioner)


Fungsi :


Ø Memberikan proteksi terhadap pembentukan kerak / deposit.


Ø Mengurangi terjadinya busa.


Polymer mendispersikan partikel-partikel seperti Ca, Mg, Fe, SiO3 & dikeluarkan bersama blowdown.


Kekurangan Dosis Polymer Dispersant :


· Menyebabkan pembentukan kerak.


Kelebihan Dosis Polymer Dispersant :


· Menaikkan biaya & Treatment Program



Tidak ada komentar:

Posting Komentar