Translate

Kamis, 25 Agustus 2022

Bantalku Bauk

 whooeeeek…

Bantalku bau sekali…

seketika itu kulemparkan pada sudut kamar, dan aku langsung merebahkan raga ini pada kasur tipisku.


suara nada notivikasi pesan WhatsApp membuatku beranjak menghampiri HPku yang tidak jauh dari jangkauan tanganku.

sembari pikiran ini langsung berharap pesan dari dia.


oh… ternyata bukan dari yang aku harapkan…

melainkan dari teman-teman dan dari beberapa group amburadul yang ada.


akupun cari di story WA, siapa tau dia posting sesuatu yang membuatku tau akan aktivitas dia.

huuffft…

selalu tidak ada…

dia sudah jarang posting, mungkin karena saking sibuknya, juga dia punya kepribadian yang tidak suka dengan mudah mengumbar kepribadian, aktivitas dsb.


aku chating gak yaa sambil mikir penuh keraguan…

takutnya malah bisa menjadi pemicu perang dunia ke 3 

memang sih entah kenapa aku tidak bisa begitu saja lepas dari bayang wajahnya yang menurutku agak sedikit jumawa.

yaaah… dia laah teman ku juga musuhku waktu lalu karena kami sering berantem.

dibalik sifat yang menurutku kadang jumawa, dia mempunyai paras natural yang anggun, cantik juga manis.

tidak perlu kuceritakan bagaimana hati dan pikiranku kepadanya.


Lama sudah Kami terpisah dan terputus komunikasi, hampir seperempat abad baru dapat kabarnya…

dan dia sudah berkeluarga.

senangnya menjalani komunikasi lagi setelah sekian lamanya tak pernah tau kabarnya.


tiba-tiba leherku sakit, seketika teringat bantal bau yang tadi aku campakkan, mau tidak mau , seketika itu aku beranjak mengambil bantal buruk dan bau tadi, untuk jadi penopang leherku agar tidak sakit.

😊 

 dan aku memohon ampuun…

Bantalku Bauk





Tidak ada komentar:

Posting Komentar